Feature Label 1

Feature Label 2

Feature Label 3

2nd Feature Label

What's Latest and Fresh in?
RentalVibroVolvo.uno - Situs Yang Membahas Info Alat Berat

Friday, August 14, 2020

Linear Motion Bearing Sebagai Komponen Penggerak Utama dalam Otomasi Industri oleh - rentalvibrovolvo.uno

Halo sahabat selamat datang di website rentalvibrovolvo.uno, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Linear Motion Bearing Sebagai Komponen Penggerak Utama dalam Otomasi Industri, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Dalam penerapan sistem otomasi (automation), gerakan linear atau yang disebut sebagai Linear Motion merupakan salah satu gerakan terarah dalam suatu proses penggerakan unit barang. Dalam aplikasi pada industri, penggunaan sistem gerakan linear ini umumnya dijumpai pada industri yang memproduksi ataupun melakukan mobilisasi barang dalam jumlah banyak, seperti industri produksi makanan otomatis, industri semi-konduktor, industri peralatan mesin, industri farmasi, dan lainnya. Berkat sistem linear motion ini pula, peningkatan produktivitas dapat terealisasi dalam hal akurasi, kecepatan, dan kemampuan untuk menghemat tenaga kerja pada alat-alat mekatronik. Dengan kombinasi peralatan pendukung otomasi seperti penggunaan PLC, linear ball bearing, sensor, hingga peralatan mekanis lainnya, pelaku industri dapat melakukan pengoperasian secara presisi, terkontrol, dan terotomatisasi.

Dalam sebuah sistem linear motion, terdapat 2 (dua) bagian penting yang perlu diketahui:

Linear Motion Rail

Ilustrasi linear motion rail dalam sistem otomasi

Linear motion rail adalah batang lintasan yang berfungsi sebagai alur jalannya ball bearing unit. Rel lintasan ini akan digunakan sebagai tumpuan penuh sehingga benda kerja bisa bergerak sesuai arah batang lintasan tersebut.

Beberapa bentuk Linear Motion Rail adalah persegi panjang, bulat / lingkaran, dan bujur sangkar.

Dari segi ukurannya, linear motion rail memiliki panjang yang bervariasi tergantung masing-masing kebutuhan kustomisasi dan spesifikasi pada mesin produksi.

Linear Motion Block

Ilustrasi linear motion block dalam sistem otomasi
Linear motion block adalah block unit yang berfungsi sebagai part dari sistem linear motion yang bersinggungan langsung dengan benda kerja. Dengan kata lain, linear motion block merupakan unit yang berfungsi sebagai tempat dudukan benda kerja. Linear motion block ini dilengkapi dengan lubang baut untuk mengencangkan unit dengan benda kerja yang bergerak sesuai proses kerja mesin.
Linear Motion Block memiliki beberapa bagian, antara lain:
  • Neple Grease, yang berfungsi sebagai part untuk jalur masuknya grease lubrikasi untuk melumasi gerak putar ball bearing unit.
  • End Seal, yaitu bagian dari linear block unit yang berfungsi sebagai sealer / penutup agar grease yang berada di dalam ball bearing unit tidak bocor hingga keluar area linear block sebelum melumasi ball bearing. End seal juga berfungsi sebagai pelindung Linear Motion Rail terhadap segala potensi kotoran / debu
  • End Plate, yaitu pelat pada Linear Motion Block yang berfungsi sebagai cover atau komponen pengarah ball bearing agar ball bearing tidak keluar dari lintasan linear block unit
  • Retainer Plate, yaitu pelat tempat dudukan ball bearing yang berfungsi untuk mengarahkan lintasan ball bearing agar gerakannya tetap terarah.
  • Side Seal, yaitu bagian pelindung pada ball bearing yang berfungsi untuk menjaga grease lubrikasi tetap menempel pada ball bearing
  • Linear Ball Bearing, salah satu komponen penggerak penting dalam sistem linear motion. Linear ball bearing adalah jenis bearing atau bantalan yang dirancang untuk memberikan gerakan bebas hanya ke satu arah. Dikarenakan bearing jenis ini menggunakan sistem gerak linear / lurus, maka bearing linear memiliki beberapa keunggulan dibandingkan jenis bearing lainnya. Mulai dari daya gesekan yang lebih rendah, stabilitas lebih tinggi, tingkat kebisingan rendah, serta menawarkan akurasi baik dalam beban ringan ataupun beban berat.

Bearing jenis ini juga bekerja dengan adanya penggunaan motor linear, seperti slide mesin, meja X-Y, meja roller, dan beberapa slide pas dengan mekanisme drive. Linear bearing umumnya menggunakan sistem pad, bushing, atau roller untuk membawa beban pada rel. Panjang rel tersebut juga bervariasi, meskipun dibatasi oleh aktuator. Dari sisi durabilitas, bearing linear ini daya tahannya ditentukan oleh intensitas beban dan kecepatan. Selain itu, penggunaan profil rel juga mempengaruhi durabilitas bearing serta kehalusan penggerakan bearing. Profil rel sendiri umumnya dapat berupa permukaan datar sederhana, batang bundar, ataupun dengan profil kompleks pada permukaan tanah.

Klasifikasi Linear Ball Bearing

Terdapat klasifikasi bearing linear berdasarkan ukurannya. Bearing linear miniatur adalah bearing dengan ukuran lebih kecil, yang dapat digunakan untuk kebutuhan pengoperasian dalam skala kecil pula. Sebagai contoh, bearing linear miniatur ini digunakan dalam proses pemindahan sample pada penelitian laboratorium yang menggunakan mikroskop. Selain itu, terdapat pula jenis linear bearing ukuran besar, yang umumnya digunakan sebagai bantalan penggerak pada mesin industri untuk keperluan mobilisasi barang-barang produksi.

SKF Linear Ball Bearing di klikMRO.com

Dalam  sistem Linear Motion, linear ball bearing menjadi komponen penting dalam sistem mekanis maupun elektronik di berbagai jenis industri. Untuk itu, penuhi kebutuhan otomasi industri Anda dengan komponen terbaik dan berkualitas. klikMRO menyediakan berbagai jenis linear ball bearing, sensor, motor /driver, dan PLC untuk mendukung otomasi industri di Indonesia, bekerja sama dengan brand-brand ternama di dunia. Konsultasikan kebutuhan Anda bersama kami secara gratis disini.

Penggunaan PLC dalam Sistem Otomasi Industri

Peran dan Jenis Sensor dalam Mendukung Otomatisasi Industri

Itulah tadi informasi mengenai Linear Motion Bearing Sebagai Komponen Penggerak Utama dalam Otomasi Industri dan sekianlah artikel dari kami rentalvibrovolvo.uno, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Monday, August 10, 2020

Linear Motion Bearing Sebagai Komponen Penggerak Utama dalam Otomasi Industri oleh - rentalvibrovolvo.uno

Halo sahabat selamat datang di website rentalvibrovolvo.uno, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Linear Motion Bearing Sebagai Komponen Penggerak Utama dalam Otomasi Industri, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Dalam penerapan sistem otomasi (automation), gerakan linear atau yang disebut sebagai Linear Motion merupakan salah satu gerakan terarah dalam suatu proses penggerakan unit barang. Dalam aplikasi pada industri, penggunaan sistem gerakan linear ini umumnya dijumpai pada industri yang memproduksi ataupun melakukan mobilisasi barang dalam jumlah banyak, seperti industri produksi makanan otomatis, industri semi-konduktor, industri peralatan mesin, industri farmasi, dan lainnya. Berkat sistem linear motion ini pula, peningkatan produktivitas dapat terealisasi dalam hal akurasi, kecepatan, dan kemampuan untuk menghemat tenaga kerja pada alat-alat mekatronik. Dengan kombinasi peralatan pendukung otomasi seperti penggunaan PLC, linear ball bearing, sensor, hingga peralatan mekanis lainnya, pelaku industri dapat melakukan pengoperasian secara presisi, terkontrol, dan terotomatisasi.

Dalam sebuah sistem linear motion, terdapat 2 (dua) bagian penting yang perlu diketahui:

Linear Motion Rail

Ilustrasi linear motion rail dalam sistem otomasi

Linear motion rail adalah batang lintasan yang berfungsi sebagai alur jalannya ball bearing unit. Rel lintasan ini akan digunakan sebagai tumpuan penuh sehingga benda kerja bisa bergerak sesuai arah batang lintasan tersebut.

Beberapa bentuk Linear Motion Rail adalah persegi panjang, bulat / lingkaran, dan bujur sangkar.

Dari segi ukurannya, linear motion rail memiliki panjang yang bervariasi tergantung masing-masing kebutuhan kustomisasi dan spesifikasi pada mesin produksi.

Linear Motion Block

Ilustrasi linear motion block dalam sistem otomasi
Linear motion block adalah block unit yang berfungsi sebagai part dari sistem linear motion yang bersinggungan langsung dengan benda kerja. Dengan kata lain, linear motion block merupakan unit yang berfungsi sebagai tempat dudukan benda kerja. Linear motion block ini dilengkapi dengan lubang baut untuk mengencangkan unit dengan benda kerja yang bergerak sesuai proses kerja mesin.
Linear Motion Block memiliki beberapa bagian, antara lain:
  • Neple Grease, yang berfungsi sebagai part untuk jalur masuknya grease lubrikasi untuk melumasi gerak putar ball bearing unit.
  • End Seal, yaitu bagian dari linear block unit yang berfungsi sebagai sealer / penutup agar grease yang berada di dalam ball bearing unit tidak bocor hingga keluar area linear block sebelum melumasi ball bearing. End seal juga berfungsi sebagai pelindung Linear Motion Rail terhadap segala potensi kotoran / debu
  • End Plate, yaitu pelat pada Linear Motion Block yang berfungsi sebagai cover atau komponen pengarah ball bearing agar ball bearing tidak keluar dari lintasan linear block unit
  • Retainer Plate, yaitu pelat tempat dudukan ball bearing yang berfungsi untuk mengarahkan lintasan ball bearing agar gerakannya tetap terarah.
  • Side Seal, yaitu bagian pelindung pada ball bearing yang berfungsi untuk menjaga grease lubrikasi tetap menempel pada ball bearing
  • Linear Ball Bearing, salah satu komponen penggerak penting dalam sistem linear motion. Linear ball bearing adalah jenis bearing atau bantalan yang dirancang untuk memberikan gerakan bebas hanya ke satu arah. Dikarenakan bearing jenis ini menggunakan sistem gerak linear / lurus, maka bearing linear memiliki beberapa keunggulan dibandingkan jenis bearing lainnya. Mulai dari daya gesekan yang lebih rendah, stabilitas lebih tinggi, tingkat kebisingan rendah, serta menawarkan akurasi baik dalam beban ringan ataupun beban berat.

Bearing jenis ini juga bekerja dengan adanya penggunaan motor linear, seperti slide mesin, meja X-Y, meja roller, dan beberapa slide pas dengan mekanisme drive. Linear bearing umumnya menggunakan sistem pad, bushing, atau roller untuk membawa beban pada rel. Panjang rel tersebut juga bervariasi, meskipun dibatasi oleh aktuator. Dari sisi durabilitas, bearing linear ini daya tahannya ditentukan oleh intensitas beban dan kecepatan. Selain itu, penggunaan profil rel juga mempengaruhi durabilitas bearing serta kehalusan penggerakan bearing. Profil rel sendiri umumnya dapat berupa permukaan datar sederhana, batang bundar, ataupun dengan profil kompleks pada permukaan tanah.

Klasifikasi Linear Ball Bearing

Terdapat klasifikasi bearing linear berdasarkan ukurannya. Bearing linear miniatur adalah bearing dengan ukuran lebih kecil, yang dapat digunakan untuk kebutuhan pengoperasian dalam skala kecil pula. Sebagai contoh, bearing linear miniatur ini digunakan dalam proses pemindahan sample pada penelitian laboratorium yang menggunakan mikroskop. Selain itu, terdapat pula jenis linear bearing ukuran besar, yang umumnya digunakan sebagai bantalan penggerak pada mesin industri untuk keperluan mobilisasi barang-barang produksi.

SKF Linear Ball Bearing di klikMRO.com

Dalam  sistem Linear Motion, linear ball bearing menjadi komponen penting dalam sistem mekanis maupun elektronik di berbagai jenis industri. Untuk itu, penuhi kebutuhan otomasi industri Anda dengan komponen terbaik dan berkualitas. klikMRO menyediakan berbagai jenis linear ball bearing, sensor, motor /driver, dan PLC untuk mendukung otomasi industri di Indonesia, bekerja sama dengan brand-brand ternama di dunia. Konsultasikan kebutuhan Anda bersama kami secara gratis disini.

Penggunaan PLC dalam Sistem Otomasi Industri

Peran dan Jenis Sensor dalam Mendukung Otomatisasi Industri

Itulah tadi informasi mengenai Linear Motion Bearing Sebagai Komponen Penggerak Utama dalam Otomasi Industri dan sekianlah artikel dari kami rentalvibrovolvo.uno, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Sunday, July 19, 2020

Ini Faktor Penyebab Kecelakaan Kerja Tetap Terjadi oleh - rentalvibrovolvo.uno

Halo sahabat selamat datang di website rentalvibrovolvo.uno, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Ini Faktor Penyebab Kecelakaan Kerja Tetap Terjadi oleh - rentalvibrovolvo.uno, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Di lingkungan kerja terutama di lapangan atau site, memiliki tingkat resiko yang lebih tinggi dalam menimbulkan kecelakaan kerja. Kecelakaan tersebut berujung mengakibatkan luka, baik luka ringan maupun luka berat hingga cacat seumur hidup. Bahkan, dalam beberapa kasus, kecelakaan tersebut mengakibatkan kematian.

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan mencatat terjadi 147.000 kasus kecelakaan kerja sepanjang 2018, atau 40.273 kasus setiap harinya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.678 kasus (3,18%) berakibat kecacatan, dan 2.575 (1,75 %) kasus berakhir dengan kematian.

Selain merugikan pekerja, terdapat kerugian finansial yang harus ditanggung perusahaan. Mulai dari peralatan dan mesin yang rusak, pekerjaan yang tertunda dan terbengkalai sehingga tidak tepat waktu yang berujung pada peningkatan biaya (cost). Perusahaan juga diwajibkan mempertanggungjawabkan kerugian yang diakibatkan seperti biaya perbaikan, biaya perawatan pekerja, dan sebagainya.

Belum cukup sampai di situ, pemegang saham maupun klien akan terkena imbasnya akibat citra perusahaan yang mungkin dibahas di media. Di Indonesia sendiri, pemberitaan terhadap kasus kecelakaan kerja memang belum banyak ditemukan dikarenakan kebijakan privasi perusahaan serta akses terbatas terhadap informasi tersebut. Hal tersebut memang bertujuan untuk menjaga citra perusahaan dan proyek yang digarap, terutama apabila perusahaan sudah menangani proses ganti rugi dan sudah ada pertanggungjawabannya.

Untuk itu, pentingnya edukasi serta disiplin dalam mencegah hal-hal yang bisa mengakibatkan kecelakaan kerja. Dari seluruh kasus kecelakaan kerja yang pernah terjadi di Indonesia, ada 3 hal utama yang menjadi faktor penyebabnya. Berikut ulasannya:

Faktor-Faktor Penyebab Kecelakaan Kerja

  1. Kelalaian Manusia (Human Error)

Inilah faktor pertama yang paling banyak terjadi. Kecelakaan kerja sering terjadi karena faktor human error. Hal tersebut memang kerap terjadi dan oleh karena itu penjagaan serta pengawasan di sekitar lingkungan berbahaya perlu ditingkatkan. Bahaya lainnya seringkali berhubungan dengan faktor pengalaman. Walaupun pengalaman pekerja menang dibutuhkan, bukan berarti pekerja dapat mengabaikan beberapa poin keselamatan. Di Indonesia sendiri, kerap terjadi kecelakaan pekerja yang diakibatkan karena faktor nekat sehingga dampaknya merugikan diri sendiri dan orang lain.

Selain itu, faktor kondisi psikis dari setiap pekerja berbeda-beda. Bisa jadi karena stres, sedang tidak enak badan, maupun masalah lainnya. Oleh karena itu, beberapa banner pengingat ataupun pengumuman rutin perlu disediakan untuk menjaga fokus dan konsentrasi para pekerja.

Ilustrasi investigasi kecelakaan kerja
  1. Kondisi Lapangan

Kondisi di lapangan tentunya berhubungan erat dengan cuaca, suhu, kecepatan angin, dan aktivitas pekerjaan yang dilakukan. Untuk jenis pekerjaan di ketinggian, tentu berhadapan dengan resiko tersendiri seperti jatuh, tersangkut, konstruksi ambruk, dan sebagainya. Namun selain pekerjaan di ketinggian, pekerjaan dekat mesin lah yang kurang menjadi perhatian utama. Mesin yang hendak dilakukan maintenance namun tidak dimatikan terlebih dahulu beresiko mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan. Memang tidak semua mesin perlu dimatikan, namun sebagian besar mesin sebaiknya dimatikan sebagai tahap pencegahan.

Semua hal tersebut dapat dicegah dengan pengetahuan dan pelatihan yang mumpuni. Itulah mengapa di perusahaan perlu melakukan sosialisasi, seminar, ataupun pelatihan K3 secara rutin. Hal tersebut bertujuan agar semua tindakan pekerja yang hendak diambil dapat dengan memperhitungkan risikonya dan tahu cara pencegahannya.

  1. Tidak Patuh SOP

Selanjutnya, kasus yang cukup banyak terjadi adalah karena tindakan yang diambil oleh pekerja adalah tindakan yang berisiko tinggi, namun pekerja tersebut tidak patuh pada Standar Operasional Procedure (SOP) atau aturan yang sudah ditetapkan. Hal yang paling sering terjadi adalah, jarang menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sehingga ketika kecelakaan terjadi, pekerja tersebut mendapatkan dampak yang cukup serius.

Oleh karena itu, perusahaan juga sangat diwajibkan untuk melakukan pemantauan APD terhadap pekerja. Akibat dari kecerobohan / kelalaian dari seorang pekerja tidak hanya berdampak pada diri pekerja sendiri, tetapi pada orang lain di sekitarnya, maupun perusahaan.

Itulah alasan penting kenapa Alat Pelindung Diri (APD) sangat diwajibkan. Perusahaan juga diwajibkan untuk memastikan APD digunakan oleh setiap pekerjanya. Selain itu, APD yang digunakan juga mesti memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) agar keselamatan pekerja lebih terjaga.  Anda bisa memperoleh produk keselamatan maupun APD berkualitas dengan harga terjangkau disini.

Itulah tadi informasi dari poker idn mengenai Ini Faktor Penyebab Kecelakaan Kerja Tetap Terjadi oleh - rentalvibrovolvo.uno dan sekianlah artikel dari kami rentalvibrovolvo.uno, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Jenis-Jenis Pompa Hidrolik untuk Keperluan Industri oleh - rentalvibrovolvo.uno

Halo sahabat selamat datang di website rentalvibrovolvo.uno, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Jenis-Jenis Pompa Hidrolik untuk Keperluan Industri oleh - rentalvibrovolvo.uno, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Pompa hidrolik digunakan dalam suatu sistem penggerak hidrolik sebagai sumber tenaga mekanis. Pompa hidrolik berfungsi untuk mengubah tenaga mekanis menjadi energi hidrostatik melalui tekanan aliran fluida. Dengan begitu, tenaga ini menghasilkan aliran dengan daya yang cukup untuk mengatasi tekanan yang disebabkan oleh beban di outlet pompa. Ketika pompa hidrolik beroperasi, pompa ini menciptakan ruang hampa di saluran masuk pompa, sehingga memaksa cairan dari reservoir  masuk ke pompa, serta secara mekanis mengirimkan cairan ini ke outlet pompa dan memaksanya masuk ke sistem hidrolik.

Cara kerja mekanis dari pompa hidrolik adalah dengan merubah energi listrik atau energi panas, menjadi energi mekanik yang kemudian digunakan untuk menghisap cairan hidrolik yang selanjutnya disalurkan ke sistem hidrolik dan digunakan sebagai energi penggerak komponen hidrolik lainnya.

Mengenai pompa hidrolik terdapat istilah pompa hidrodinamik, yang terbagi menjadi 2. Pompa perpindahan tetap (fixed displacement pump) yakni perpindahan aliran melalui pompa per putaran pompa yang tidak dapat disesuaikan, serta pompa perpindahan variabel (variable displacement pump) yang memiliki konstruksi lebih rumit yang memungkinkan perpindahan disesuaikan.

Jenis-Jenis Pompa Hidrolik:

1. Pompa Hidrolik Roda Gigi (Hydraulic Gear Pump)

Rexroth Gear Pump di klikMRO.com

Pompa hidrolik tipe roda gigi ini paling banyak digunakan dalam sistem hidrolik. Tenaga yang dihasilkan hydraulic gear pump ini berasal dari putaran roda gigi yang berputar. Kemudian cairan fluida ditangkap diantara celah roda gigi dan rumah pompa, lalu diteruskan ke saluran tekan (outlet). Selanjutnya fluida ini akan disalurkan ke atas dengan tekanan yang lebih tinggi lagi untuk disalurkan ke sistem hidrolik.

Pompa roda gigi ini merupakan pompa yang sederhana dan ekonomis. Volume perpindahan pompa roda gigi hidrolik umumnya berkisar antara 1 hingga 200 mililiter, sehingga memiliki efisiensi volumetrik terendah dibandingkan ketiga jenis pompa lainnya.

 

2. Pompa Hidrolik Kipas / Impeller (Vane Pump)

Eaton Vane Pump di klikMRO.com

Pompa hidrolik kipas (Vane Pump) adalah pompa perpindahan positif yang terdiri dari baling-baling / kipas yang dipasang pada rotor dan berputar di dalam rongga pompa. Pompa baling-baling hidrolik ini biasanya digunakan dalam industri mold & dies, industri mesin cetak injeksi, sertamesin konstruksi. Pompa jenis ini memiliki cara kerja yang mirip seperti mekanisme pompa air pada umumnya. Pompa ini menggunakan rumah pompa serta terdapat dua buah lubang pemasukan (inlet) dan dua buah lubang pengeluaran (outlet) yang posisinya berlawanan arah. Konstruksi seperti ini bertujuan agar tekanan radial pada cairan hidrolik tetap seimbang. Vane/kipas/impeller disini dipasang pada poros beralur (slots) dan akibat gaya sentrifugal tersebut, terjadi proses pemompaan. Pada bagian housing, tersedia lips sebagai segel ketat antara bagian dalam housing dan kipas, dengan tujuan untuk meminimalisir keausan akibat kontak antar logam.

 

3. Pompa Hidrolik Piston (Hydraulic Piston Pump)

Rexroth Axial Piston Pump di klikMRO.com

Hydraulic Piston Pump memiliki mekanisme kerja yang mirip seperti pada pompa kompresor. Namun perbedaannya terlihat dari media yang disalurkan, dimana pompa kompresor memompa udara, sedangkan pompa hidrolik piston ini memompa cairan fluida. Proses penghisapan terjadi pada saat piston dalam posisi terbuka, sehingga oli hidrolik dari crankshaft masuk ke dalam silinder. Pada langkah pemompaan inilah terjadi peningkatan tekanan cairan silinder melalui check valve ke saluran tekan. Pompa hidrolik piston menangani aliran besar pada tekanan sistem hidrolik yang tinggi, memberikan efisiensi dan keandalan optimal. Ukuran yang cukup compact dengan performa dan kepadatan daya yang tinggi.

Dari ketiga tipe pompa hidrolik diatas, pompa hidrolik roda gigi (hydraulic gear pump) merupakan yang paling sering digunakan. Selain karena faktor umur peggunaan pompa ini lebih panjang, getaran yang terjadi pada pompa jenis ini juga cenderung lebih sedikit. Namun masing-masing jenis pompa diatas juga memiliki beberapa kelebihan tersendiri. Untuk itu, berikut adalah tabel untuk memudahkan penggunaan pompa hidrolik agar sesuai dengan kebutuhan Anda:

Types of design Kecepatan (1/min) Volume perpindahan (cm³) Jumlah tekanan (bar) Total effisiensi
Pompa roda gigi (eksternal) 500-3500 1.2-250 63-160 0.8-0.91
Pompa roda gigi (internal) 500-3500 4-250 160-250 0.8-0.91
Pompa sekrup 500-4000 4-630 25-160 0.7-0.84
Pompa vane / impeller putar 960-3000 5-160 100-160 0.8-0.93
Pompa piston aksial ….-3000

750-3000

750-3000

100

25-800

25-800

160-200

250-320

0.82-0.920.82-0.920.8-0.92
Pompa piston radial 960-3000 5-160 160-320 0.90

Nah, itu dia beberapa jenis pompa hidrolik yang umum digunakan dalam sistem hidrolik. klikMRO menyediakan berbagai macam jenis pompa hidrolik untuk menunjang produktivitas industri Anda. Konsultasikan kebutuhan Anda secara gratis bersama kami disini.

Perbedaan Motor Hidrolik dan Pompa Hidrolik, Beserta Fungsinya

Meningkatkan Produktivitas Mesin dengan Penggunaan Oli yang Tepat

Itulah tadi informasi mengenai Jenis-Jenis Pompa Hidrolik untuk Keperluan Industri oleh - rentalvibrovolvo.uno dan sekianlah artikel dari kami rentalvibrovolvo.uno, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Thursday, July 16, 2020

Tips Menghadapi Kendala Disiplin K3 untuk Menggunakan APD oleh - rentalvibrovolvo.uno

Halo sahabat selamat datang di website rentalvibrovolvo.uno, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Tips Menghadapi Kendala Disiplin K3 untuk Menggunakan APD oleh - rentalvibrovolvo.uno, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Tahukah Anda? Pekerja di lapangan seringkali melupakan atau malah sengaja tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Ada berbagai alasan dibalik kebiasaan tersebut, mulai dari ketidaknyamanan, merasa ada keterbatasan ruang gerak, kurangnya pengetahuan mengenai pentingnya APD ketika bekerja, tidak memiliki APD, atau sengaja tidak mengenakan APD karena yakin tidak akan terjadi kecelakaan / faktor ego.

Padahal di Indonesia, jumlah kecelakaan kerja setiap tahunnya masih terhitung tinggi dan jumlahnya pun semakin meningkat. Berdasarkan data dari Menteri Ketenagakerjaan Indonesia, disebutkan bahwa sepanjang tahun 2018, telah terjadi 157.313 kasus kecelakaan kerja. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yakni sebesar 123.000 kasus.

Oleh karena itu, para pekerja yang tidak menggunakan APD beresiko mendapatkan cedera yang lebih serius, sehingga kelalaian tersebut dapat berujung penuntutan dari pihak korban serta kerugian finansial bagi perusahaan. Selain itu, resiko terburuknya juga dapat merenggut nyawa. Jadi, bagaimana cara agar pekerja terus memiliki kesadaran untuk menggunakan APD setiap bekerja?

Sebelum menjawab pertanyaan itu, pertama-tama pahami dulu apa saja yang termasuk alat pelindung diri. Sebetulnya APD dapat mencakup semua bagian tubuh, dimulai dari ujung kepala hingga ujung kaki. Pakaian keamanan yang termasuk dalam APD antara lain helm, pelindung di wajah (termasuk kacamata & masker), pelindung telinga (pendengaran), pelindung pernafasan (respirator), sarung tangan safety, pelindung ketinggian (safety harness), pelindung kaki (sepatu safety), pelindung tubuh, jas, pelampung, sabuk pengaman, rompi dan lain-lain.

Biasanya, pekerja yang merasa risih menggunakan APD, tentunya dikarenakan APD yang digunakan dirasa mengganggu penampilan, ukuran yang tidak pas, ataupun faktor panas / gerah. Untuk itu, dari sisi kedisiplinan pekerja, pihak penyedia tenaga kerja perlu membudayakan penggunaan APD melalui berbagai macam training, acara, maupun penyediaan supervisor lapangan. Selain itu, hal-hal mengenai penekanan manfaat dan pentingnya APD tidak dapat diabaikan dan menjadi satu-satunya alat penyelamat diri ketika bekerja.

Sering ditemui di lapangan bahwa pekerja lapangan masih jarang mendapatkan training tentang pentingnya APD, kapan penggunaannya, dan cara penggunaannya.  Oleh karena itu, training dan pemberian materi tentang penggunaan dan pentingnya APD, termasuk cara penggunaan yang tepat sangat penting dilakukan. Apabila sosialisasi sudah dijalankan namun kurang menimbulkan kesadaran, maka buatlah peraturan serta kewajiban mengenakan APD. Bagi pekerjabaru, pastikan budaya yang diterapkan di perusahaan mengacu pada disiplin K3. Selain itu, segala peraturan mengenai APD perlu menggunakan komunikasi yang interaktif sehingga tidak terjadi kekeliruan maupun penolakan dari pihak pekerja. Dalam hal ini, penolakan dan budaya menjadi faktor utama pekerja malas menggunakan APD sehingga hal tersebut perlu dibenahi sebaik-baiknya.

Dalam aplikasinya, perusahaan dapat menerapkan disiplin kerja seperti contohnya pekerja sudah harus hadir sekitar 30 menit sebelum bekerja untuk melakukan pemasangan APD, safety check, maupun pengetahuan dini mengenai area berbahaya (dangerous / hazardous zone). Dengan bekal informasi dan kelengkapan alat safety yang sudah terpenuhi, maka perusahan dapat meminimalisir angka kecelakaan kerja.

Langkah selanjutnya adalah lakukan pemantauan terhadap faktor ego pekerja. Karena hal tersebut dapat berdampak baik bagi pekerja tersebut maupun pekerja lain di sekitarnya. Mereka yang suka melepas APD / tidak menggunakan APD mungkin beranggapan bahwa mereka sudah mahir dalam bekerja sehingga tidak memerlukan APD. Lakukan sosialisasi maupun panggilan terhadap pekerja tersebut secara privat dan nyatakan bahwa hal tersebut benar-benar keliru. Kecelakaan kerja bersifat tidak dapat diprediksi, baik kecelakaan ringan maupun berat dan tidak ada yang tahu kapan datangnya.

Dari segi reminder, pemasangan spanduk atau umbul-umbul mengenai standar prosedur K3 juga perlu diletakkan di beberapa titik rawan pada lokasi kerja. Tujuannya adalah sebagai pengingat agar pekerja menerapkan penggunaan APD tersebut. Hal ini cukup mudah dilakukan dan dapat berdampak positif.

Contoh poster K3 di lingkungan kerja

Penyesuaian APD untuk Meningkatkan Disiplin K3

Dalam memilih alat pelindung diri atau pakaian safety terbaik, tentunya perusahaan dapat mempertimbangkan kualitas dari APD tersebut. APD yang berkualitas berdampak positif pada tingkat keamanan dan kenyamanan pekerja. Selain kualitas material dan daya tahan, desain yang fungsional namun tetap kece dapat ditemui pada penyedia APD saat ini.

Alat Pelindung Diri yang lengkap dan berkualitas dapat Anda dapatkan di klikMRO. Selain itu, bagi Anda yang baru ingin memulai menyediakan peralatan APD, dapat berkonsultasi secara gratis dengan engineer klikMRO untuk menentukan APD mana yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Bukan Hanya Sekedar Tanda, Ini Hal Penting dalam Prosedur LOTO

Itulah tadi informasi dari daftar poker mengenai Tips Menghadapi Kendala Disiplin K3 untuk Menggunakan APD oleh - rentalvibrovolvo.uno dan sekianlah artikel dari kami rentalvibrovolvo.uno, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Tuesday, July 14, 2020

Perbedaan Motor Hidrolik dan Pompa Hidrolik, Serta Fungsinya dalam Sistem Hidrolik oleh - rentalvibrovolvo.uno

Halo sahabat selamat datang di website rentalvibrovolvo.uno, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Perbedaan Motor Hidrolik dan Pompa Hidrolik, Serta Fungsinya dalam Sistem Hidrolik oleh - rentalvibrovolvo.uno, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Mungkin Anda sering mendengar istilah hidrolik, dimana sistem yang satu ini bertujuan untuk mempermudah berbagai aktivitas manusia sehari-hari, hingga kebutuhan produksi pada industri. Sistem hidrolik ini adalah sebuah contoh nyata dari penerapan Hukum Pascal, yakni “Jika suatu zat cair dikenakan tekanan, maka tekanan itu akan merambat ke segala arah dengan tidak bertambah atau berkurang kekuatannya.” Penggunaan sistem hidrolik pun sudah sangat luas dalam berbagai bidang, mulai dari operasional pabrik, konstruksi, pertambangan, industri perminyakan & gas alam, komponen pada peralatan teknik, maupun perlengkapan otomotif.

Pada dasarnya, sistem hidrolik merupakan sebuah rangkaian komponen yang memanfaatkan zat cair (fluida) untuk menghasilkan energi mekanis. Zat cair tersebut diolah dengan seperangkat komponen dan melalui serangkaian proses hingga akhirnya menjadi gerakan. Pada artikel kali ini, klikMRO akan memberikan pembahasan lebih jelas mengenai dua komponen penting dalam suatu sistem hidrolik, yakni motor hidrolik dan pompa hidrolik.

Perbedaan Motor Hidrolik dan Pompa Hidrolik

Motor hidrolik adalah sebuah aktuator mekanik yang mengkonversi aliran dan tekanan hidrolik menjadi tenaga putaran (torsi). Sedangkan pompa hidrolik berfungsi untuk menghasilkan tekanan dan aliran tertentu pada suatu sistem hidrolik. Dari cara kerja sistem hidrolik ini, motor hidrolik bertugas untuk mengkonversi kembali tekanan hidrolik yang dihasilkan oleh pompa hidrolik, menjadi tenaga putar / torsi.

Dari sini dapat diketahui bahwa cara kerja pompa hidrolik dan motor hidrolik dalam sebuah sistem hidrolik memang krusial. Meski begitu, perlu dipahami bahwa pompa hidrolik tidak menghasilkan tekanan, namun menghasilkan sebuah aliran energi potensial dari fluida. Tanpa adanya aliran ini, maka energi mekanis tidak akan timbul dari sistem hidrolik.

 

Cara Kerja Pompa Hidrolik

Bosch Rexroth Hydraulic Pump di klikMRO.com

Pompa hidrolik mulai bekerja saat piston tertarik. Dengan tertariknya piston maka ruang di dalam pompa semakin luas. Semakin besar ruang di dalam pompa maka semakin kecil pula tekanannya. Ini karena tekanan udara yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tekanan ruang pompa. Perbedaan tekanan ini kemudian membuat fluida secara otomatis masuk dalam ruang pompa melalui check valve di saluran inlet.

Setelah piston dilepas atau didorong masuk, maka piston akan menekan fluida. Tekanan yang besar saat fluida berusaha keluar inilah yang kemudian mengeluarkan energi potensial fluida. Setelah melalui hambatan-hambatan yang ada pada rangkaian sistem hidrolik, fluida baru akan menghasilkan tekanan.

 

Pahami Lebih Dalam Mengenai Motor Hidrolik

Motor hidrolik adalah aktuator putar yang mengubah energi hidrolik atau fluida menjadi tenaga mekanis. Motor hidrolik ini bekerja dengan pompa hidrolik, yang mengubah tenaga mekanis menjadi fluida, atau tenaga hidrolik. Motor hidrolik memberikan gaya dan tekanan untuk memindahkan beban eksternal.

Tiga jenis motor hidrolik yang paling umum digunakan saat ini adalah jenis motor hidrolik roda gigi (hydraulic gear motor), baling-baling (hydraulic vane motor), dan motor piston (piston gear motor). Selain itu, ada beberapa varietas lain yang kurang umum digunakan, termasuk motor gerotor (gerotor hydraulic motor).

Eaton Hydraulic Motor di klikMRO.com

Motor hidrolik dapat berupa fixed displacement atau variable displacement, dan beroperasi baik secara dua arah maupun satu arah. Motor fixed displacement menggerakkan beban pada kecepatan konstan sementara aliran input konstan disediakan. Motor variable displacement dapat menawarkan laju aliran yang bervariasi dengan mengubah perpindahan. Motor fixed displacement menyediakan torsi konstan, sedangkan motor variable displacement menyediakan torsi dan kecepatan yang bervariabel atau tidak tetap.

Torsi (torque) merupakan tenaga yang dihasilkan dari kinerja putaran motor. Pengukuran torsi dinyatakan dalam satuan in-lb atau ft-lb (Nm). Ada tiga jenis torsi dalam hal ini, yang pertama adalah Torsi Breakaway yang digunakan untuk menentukan torsi minimum yang diperlukan untuk menghidupkan motor tanpa beban. Torsi ini didasarkan pada gesekan internal pada motor dan memberikan tenaga putaran awal yang diperlukan untuk menghidupkan motor tanpa hambatan / beban. Selanjutnya ada Running Torque untuk menghasilkan torsi yang cukup untuk menjaga motor tetap berjalan. Dan yang terakhir adalah Starting Torque, yakni torsi minimum yang diperlukan untuk menghidupkan motor dengan beban serta menghasilkan energi yang dibutuhkan untuk mengatasi gaya beban dan gesekan motor internal. Rasio torsi aktual dengan torsi teoretis memberi Anda gambaran mengenai efisiensi mekanis pada motor hidrolik.

Dalam mendefinisikan volume internal motor hidrolik, maka perlu diketahui perpindahan volume oli yang dimasukkan ke motor selama satu putaran poros. Ini dapat dihitung dengan menambahkan volume ruang motor atau dengan memutar poros motor satu putaran dan mengumpulkan oli secara manual, kemudian diukur.

Motor hidrolik maupun pompa hidrolik merupakan komponen penting yang bekerja dalam suatu sistem hidrolik. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memahami proses kerja maupun hal-hal seputar kedua komponen ini, agar dapat menentukan penggunaan motor ataupun pompa yang tepat sesuai spesifikasi sistem hidrolik yang dibutuhkan. klikMRO menyediakan berbagai motor hidrolik dan pompa hidrolik berkualitas sesuai kebutuhan Anda, klik disini untuk konsultasi dengan kami secara gratis.

Meningkatkan Produktivitas Mesin dengan Penggunaan Oli yang Tepat

Penggunaan Fluida pada Mesin Hidrolik Maupun Perkakas

Itulah tadi informasi mengenai Perbedaan Motor Hidrolik dan Pompa Hidrolik, Serta Fungsinya dalam Sistem Hidrolik oleh - rentalvibrovolvo.uno dan sekianlah artikel dari kami rentalvibrovolvo.uno, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Perbedaan Motor Hidrolik dan Pompa Hidrolik, Serta Fungsinya dalam Sistem Hidrolik oleh - rentalvibrovolvo.uno

Halo sahabat selamat datang di website rentalvibrovolvo.uno, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Perbedaan Motor Hidrolik dan Pompa Hidrolik, Serta Fungsinya dalam Sistem Hidrolik oleh - rentalvibrovolvo.uno, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Mungkin Anda sering mendengar istilah hidrolik, dimana sistem yang satu ini bertujuan untuk mempermudah berbagai aktivitas manusia sehari-hari, hingga kebutuhan produksi pada industri. Sistem hidrolik ini adalah sebuah contoh nyata dari penerapan Hukum Pascal, yakni “Jika suatu zat cair dikenakan tekanan, maka tekanan itu akan merambat ke segala arah dengan tidak bertambah atau berkurang kekuatannya.” Penggunaan sistem hidrolik pun sudah sangat luas dalam berbagai bidang, mulai dari operasional pabrik, konstruksi, pertambangan, industri perminyakan & gas alam, komponen pada peralatan teknik, maupun perlengkapan otomotif.

Pada dasarnya, sistem hidrolik merupakan sebuah rangkaian komponen yang memanfaatkan zat cair (fluida) untuk menghasilkan energi mekanis. Zat cair tersebut diolah dengan seperangkat komponen dan melalui serangkaian proses hingga akhirnya menjadi gerakan. Pada artikel kali ini, klikMRO akan memberikan pembahasan lebih jelas mengenai dua komponen penting dalam suatu sistem hidrolik, yakni motor hidrolik dan pompa hidrolik.

Perbedaan Motor Hidrolik dan Pompa Hidrolik

Motor hidrolik adalah sebuah aktuator mekanik yang mengkonversi aliran dan tekanan hidrolik menjadi tenaga putaran (torsi). Sedangkan pompa hidrolik berfungsi untuk menghasilkan tekanan dan aliran tertentu pada suatu sistem hidrolik. Dari cara kerja sistem hidrolik ini, motor hidrolik bertugas untuk mengkonversi kembali tekanan hidrolik yang dihasilkan oleh pompa hidrolik, menjadi tenaga putar / torsi.

Dari sini dapat diketahui bahwa cara kerja pompa hidrolik dan motor hidrolik dalam sebuah sistem hidrolik memang krusial. Meski begitu, perlu dipahami bahwa pompa hidrolik tidak menghasilkan tekanan, namun menghasilkan sebuah aliran energi potensial dari fluida. Tanpa adanya aliran ini, maka energi mekanis tidak akan timbul dari sistem hidrolik.

 

Cara Kerja Pompa Hidrolik

Bosch Rexroth Hydraulic Pump di klikMRO.com

Pompa hidrolik mulai bekerja saat piston tertarik. Dengan tertariknya piston maka ruang di dalam pompa semakin luas. Semakin besar ruang di dalam pompa maka semakin kecil pula tekanannya. Ini karena tekanan udara yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tekanan ruang pompa. Perbedaan tekanan ini kemudian membuat fluida secara otomatis masuk dalam ruang pompa melalui check valve di saluran inlet.

Setelah piston dilepas atau didorong masuk, maka piston akan menekan fluida. Tekanan yang besar saat fluida berusaha keluar inilah yang kemudian mengeluarkan energi potensial fluida. Setelah melalui hambatan-hambatan yang ada pada rangkaian sistem hidrolik, fluida baru akan menghasilkan tekanan.

 

Pahami Lebih Dalam Mengenai Motor Hidrolik

Motor hidrolik adalah aktuator putar yang mengubah energi hidrolik atau fluida menjadi tenaga mekanis. Motor hidrolik ini bekerja dengan pompa hidrolik, yang mengubah tenaga mekanis menjadi fluida, atau tenaga hidrolik. Motor hidrolik memberikan gaya dan tekanan untuk memindahkan beban eksternal.

Tiga jenis motor hidrolik yang paling umum digunakan saat ini adalah jenis motor hidrolik roda gigi (hydraulic gear motor), baling-baling (hydraulic vane motor), dan motor piston (piston gear motor). Selain itu, ada beberapa varietas lain yang kurang umum digunakan, termasuk motor gerotor (gerotor hydraulic motor).

Eaton Hydraulic Motor di klikMRO.com

Motor hidrolik dapat berupa fixed displacement atau variable displacement, dan beroperasi baik secara dua arah maupun satu arah. Motor fixed displacement menggerakkan beban pada kecepatan konstan sementara aliran input konstan disediakan. Motor variable displacement dapat menawarkan laju aliran yang bervariasi dengan mengubah perpindahan. Motor fixed displacement menyediakan torsi konstan, sedangkan motor variable displacement menyediakan torsi dan kecepatan yang bervariabel atau tidak tetap.

Torsi (torque) merupakan tenaga yang dihasilkan dari kinerja putaran motor. Pengukuran torsi dinyatakan dalam satuan in-lb atau ft-lb (Nm). Ada tiga jenis torsi dalam hal ini, yang pertama adalah Torsi Breakaway yang digunakan untuk menentukan torsi minimum yang diperlukan untuk menghidupkan motor tanpa beban. Torsi ini didasarkan pada gesekan internal pada motor dan memberikan tenaga putaran awal yang diperlukan untuk menghidupkan motor tanpa hambatan / beban. Selanjutnya ada Running Torque untuk menghasilkan torsi yang cukup untuk menjaga motor tetap berjalan. Dan yang terakhir adalah Starting Torque, yakni torsi minimum yang diperlukan untuk menghidupkan motor dengan beban serta menghasilkan energi yang dibutuhkan untuk mengatasi gaya beban dan gesekan motor internal. Rasio torsi aktual dengan torsi teoretis memberi Anda gambaran mengenai efisiensi mekanis pada motor hidrolik.

Dalam mendefinisikan volume internal motor hidrolik, maka perlu diketahui perpindahan volume oli yang dimasukkan ke motor selama satu putaran poros. Ini dapat dihitung dengan menambahkan volume ruang motor atau dengan memutar poros motor satu putaran dan mengumpulkan oli secara manual, kemudian diukur.

Motor hidrolik maupun pompa hidrolik merupakan komponen penting yang bekerja dalam suatu sistem hidrolik. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memahami proses kerja maupun hal-hal seputar kedua komponen ini, agar dapat menentukan penggunaan motor ataupun pompa yang tepat sesuai spesifikasi sistem hidrolik yang dibutuhkan. klikMRO menyediakan berbagai motor hidrolik dan pompa hidrolik berkualitas sesuai kebutuhan Anda, klik disini untuk konsultasi dengan kami secara gratis.

Meningkatkan Produktivitas Mesin dengan Penggunaan Oli yang Tepat

Penggunaan Fluida pada Mesin Hidrolik Maupun Perkakas

Itulah tadi informasi mengenai Perbedaan Motor Hidrolik dan Pompa Hidrolik, Serta Fungsinya dalam Sistem Hidrolik oleh - rentalvibrovolvo.uno dan sekianlah artikel dari kami rentalvibrovolvo.uno, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

© 2017 RentalVibroVolvo.uno - Situs Yang Membahas Info Alat Berat. All rights resevered. Powered By Blogger